Senin, 01 November 2010

cara membuat kue-kue kering

Resep kue kering Putri Salju
Bahan:
175 gram margarin
3 kuning telur
100 gram keju edam parut
1/4 sendok teh garam
175 gram tepung terigu, ayak
30 gram tepung maizena

Untuk taburan
350 gram gula bubuk

Cara membuat Kue Putri Salju adalah sebagai berikut

1. Siapkan loyang pipih, olesi dengan margarin, sisihkan
2. Kocok margarin hingga mengembang, masukkan telur dan terus kocok hingga mengembang
3. Masukkan tepung terigu, maizena, aduk rata, tambahkan keju edam dan garam, aduk rata hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk
4. Ambil satu sendok teh adonan. bentuk bola, taruh di atas loyang, beri jarak
5. Panggang dalam oven dengan temperatur 160 derajat celcius selama 15 menit hingga matang
6. Dinginkan, taburi dan lumuri dengan gula bubuk, hingga seluruh bagian kue tertutup gula, simpan dalam stoples kedap udara.
Untuk 400 gram

Resep kue kering Kering Nastar Selai Nanas - kue kering lebaran lengkap komplit

Bahan:
tepung terigu 250 gram
tepung maizena 25 gram
susu bubuk 1 sendok makan
mentega 175 gram
gula halus 50 gram
telur 4 butir, 3 untuk adonan, dan 1 untuk olesan
cengkeh 50 gram, untuk hiasan

Bahan selai nanas:
nanas 1/2 buah, parut
gula pasir 100 gram
garam 1/2 sendok teh

cara membuat kue kering nastar selai nanas adalah sebagai berikut
1. Selai nanas = rebus nanas parut, gula pasir, kayu manis, dan garam hingga agak mengering, aduk hingga berbentuk selai.
2. Nastar = campur tepung terigu, tepung maizena, dan susu bubuk lalu ayak. kocok mentega, gula halus, dan kuning telur hingga lembut
3. Campurkan semua adonan, aduk rata menggunakan spatula hingga adonan bisa dibentuk.
4. Ambil adonan, bentuk bulatan yang diisi selai nanas. hiasi atasnya dengan cengkeh lalu olesi dengan kuning telur
5. Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi margarin secukupnya, panggang selama 25 menit.

makanan ini cukup untuk 33 buah.


Resep kue kering Kering Lidah Kucing

Bahan Kue Kering Lidah Kucing:
250 gram margarin
150 gram gula halus
1/2 sendok teh vanili bubuk
250 gram tepung terigu
5 putih telur kocok hingga kaku
makanan ini cukup untuk 21 buah.

Cara membuatnya:
1. Panaskah oven dengan temperatur 160 derajat celcius dan loyang pipih atau loyang khusus lidah kucing, olesi dengan margarin, sisihkan
2. KOcok margarin bersama gula halus hingga lembut, masukkan vanili bubuk dan tepung terigu, aduk rata.
3. Campur adonan dengan putih telur yang telah dikocok kaku, aduk rata.
4. MAsukkan adonan ke dalam plastik segi tiga, potong ujungnya sedikit dan semprotkan kue ke loyang, panggang selama 15 menit hingga kecokelatan dan matang, angkat.
5. Dinginkan dan simpan dalam stoples kedap udara.
Bidaran Keju Telur Gabus Keju - resep kue lebaran

bencana tsunami di kepulauan mentawai mengakibatkan 96 korban belum ditemukan.

 



Sebanyak 96 orang korban gempa dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, belum ditemukan Tim Search And Rescue (SAR).
"Data yang dihimpun, sebanyak 96 orang korban tsunami yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, belum ditemukan Tim SAR," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Sumbar, Ade Edwar, di Padang, Senin (1/11/2010).
Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter disusul gelombang tsunami di Kabupaten Kepuluan Mentawai pada Senin (25/10), menyebabkan sekitar 449 orang meninggal dunia.
Korban yang mengalami luka-luka ketika terjadi gempa dan Tsunami yakni 270 orang mengalami luka berat, 142 orang kondisi luka ringan. Warga yang berada pada tempat pengungsian sebanyak 14.983 jiwa
Rumah warga yang rusak akibat gempa dan tsunami sebanyak 517 unit kondisi rusak berat, 204 unit rumah rusak ringan, rumah dinas 4 unit, 2 unit rusak berat Resort, 1 unit kapal pesiar terbakar, 1 unit kapal pesiar rusak ringan.
Sementara fasilitas umum yang rusak, ketika terjadi gempa dan tsunami yakni jembatan 7 unit, jalan P2D rusak sepanjang 8 km.
Ade Edwar mengatakan, saat ini ada tiga orang korban tsunami terjadi di Kabupaten Kepuluan Mentawai yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat M Jamil Padang.
"Korban menjalani perawatan yakni, Nelli (19) warga Malakopak, Pardamaian (26) warga Dusun Eruk Parabout, Desa Malakopak, Melda Yanti (12) warga Muntee, Kabupaten Mentawai," katanya.
Satu orang bayi lahir pascagempa dan tsunami di Kabupaten Mentawai, yang belum diberi nama oleh kedua orang tuanya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum M Jamil Padang.
Dia menambahkan, pasien bernama Nelli (19) setelah melahirkan di Desa Malakokap, Kabupaten Kepuluan Mentawai, harus menjalani perawatan di Rumah Sakit M Jamil, Padang. Sementara dua orang lagi, yakni Melda Yanti (12) mengalami luka pada bagian pinggang sebelah kiri.
"Sedangkan pasien bernama Pardamaian (26), warga dusun Eruk Parabout, desa Malakopak mengalami trauma tumpul (perlukaan pada abdomen tanpa penetrasi ke dalam rongga peritoneum,red) diakibatkan oleh pukulan, benturan, ledakan, deselarasi (perlambatan).
Saat ini Pardamian berada di ruang RR rumah saki M.jamil Padang. Pihak Rumah Sakit M.Jamil Padang, belum melakukan operasi pada Perdamian, melihat dulu kondisi pasien.
Tim SAR serta dibantu para relawan masih terus melakukan pencarian terhadap korban meninggal dunia maupun warga hilang, serta menyalurkan bantuan yang telah diterima dari sejumlah pihak baik pemerintah, swasta, maupun LSM.

Kamis, 28 Oktober 2010

Kanker Serviks penyakit berbahaya

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
"Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks"
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.
Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

mbah marijan Tewas Saat Sujud



Teka-teki nasib juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan, akhirnya diketahui. Pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya di Dusun Kinahrejo, di lereng Gunung Merapi. Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi tengah sujud di kamar belakang rumahnya, Rabu (27/10) sekitar pukul 05.00.
 Mbah Maridjan, termasuk satu dari 16 korban tewas akibat tersapu gelombang awan panas (dikenal dengan sebutan wedhus gembel) yang menyembur dari puncak Merapi, Selasa (26/10) sore. Sebenarnya, Mbah Maridjan bersedia dievakuasi saat itu selepas Magrib. Namun sebelum diungsikan, pria yang bergelar Raden Ngabehi Surakso Hargo itu ingin salat terlebih dulu. Namun sayang, gelombang awan panas alias wedhus gembel keburu menggulung rumah Mbah Maridjan.
 “Mbah Maridjan bersedia dievakuasi setelah magrib, tapi dia bilang, mau salat dulu. Nah waktu salat itu, awan panas turun,” ungkap Sri Sultan Hamekubuwono X.
Jasad abdi dalem keraton itu dievakuasi tim SAR ke RS Sardjito Yogyakarta masih dalam posisi sujud.
 “Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sedang sujud dengan tubuh luka bakar,” kata anggota tim SAR, Subur Mulyiono, di RS Sardjito.
Subur mengaku mengenali jenazah tersebut dari batik yang dikenakan jenazah.
 “Karena sering ketemu, saya yakin itu Mbah Maridjan, dari batik yang dikenakan,” tambah dia.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum mau memastikan jasad lelaki bersujud itu adalah Mbah Maridjan.
“Kita masih akan melakukan tes DNA dan mencocokkan dengan DNA anaknya,” jelas juru bicara RS dr Sardjito, Heru Trisna Nugraha.
 Heru mengakui, dari fisik dan pakaian yang dikenakan korban ada kesamaan dengan Mbah Maridjan.
“Dari fisiknya ibu jari Mbah Maridjan bengkok,” tuturnya.
 Menurut dia, berdasar informasi dari petugas SAR yang mengantar, saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung. Jasad Mbah Maridjan. tiba kamar mayat sekitar pukul 06.30.
 Mbah Maridjan tercatat dalam daftar nama korban yang meninggal. Nama juru kunci Gunung Merapi itu berada di urutan ke 24. Pihak RS Sardjito, masih akan memastikan kebenarannya dengan melakukan tes DNA.
 “Namanya tercatat karena dia termasuk orang yang tidak ada di pengungsian. Sehingga kita belum bias mengetahui,” kata Rizal, anggota tim dokter forensik RS Sardjito.
 Menurut dia, berdasar informasi dari petugas SAR yang mengantar, saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung. Jasad Mbah Maridjan tiba kamar mayat sekitar pukul 06.30.
 Tunggu Forensik Gusti Kanjeng Ratu Hemas pun memita semua pihak menunggu hasil uji forensik untuk memastikan jenazah yang diduga Mbah Maridjan benar-benar jasad juru kunci Gunung Merapi tersebut.
“Saya memastikan. Tunggu saja uji forensik,” kata permaisuri Sultan Hamengkubuwono X saat mengunjungi Instalasi Kedokteran Forensik RSU Dr Sardjito.
 Anggota DPD RI itu menyampaikan rasa belasungkawa kepada semua korban, kerabat yang ditinggalkan. Dia mengimbau warga yang mengungsi tetap tenang, dan tidak terlalu memikirkan bagaimana hidup di pengungsian.
 “Warga jangan khawatir, tetap tenang, dan sabar,” ujarnya.
Derasnya informasi yang memberitakan Mbah Maridjan sudah meninggal, membuat syok keluarga termasuk isterinya. Saat ini anak dan isteri Mbah Maridjan belum melihat langsung mayat yang diduga juru kunci Merapi tersebut di RS Sardjito.
 “Anak dan isterinya syok, termasuk saya,” tutur Bambang, menantu Mbah Maridjan,  Tidak hanya keluarga yang syok. Warga pun bersedih kabar meninggalnya Mbah Maridjan.
“Meskipun demikian keluarga dan masyarakat sudah ikhlas bila benar itu Mbah Maridjan,” ucap Bambang.
 Sebelumnya, kabar mengenai Mbah Maridjan simpang siur. Sempat diberitakan, juru kunci Merapi itu ditemukan selamat dalam kondisi lemas. Saat terjadi sapuan awan panas itu, Mbah Maridjan sedang shalat di masjid yang berjarak 100 meter dari rumahnya. Namun, dia menolak dievakuasi dan tetap ingin berada di masjid.
 Jumlah korban tewas di sekitar kediaman Mbah Maridjan akibat letusan gunung teraktif di Indonesia hingga Rabu tercatat 16 orang. Sementara berdasar Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga Rabu pukul 16.00, korban tewas akibat letusan Gunung Merapi berjumlah 29 orang, korban hilang dua 2 orang, luka berat 34 orang dan luka ringan 4 orang.
 Sementara jumlah pengungsi mencapai sebanyak 41.649 jiwa tersebar di Kabupaten Sleman 19.050 jiwa, Magelang 10.610 jiwa, Boyolali 3.621 jiwa dan Klaten 8.368 jiwa.

Mbah Maridjan dan Korban Lain Dimakamkan Massal pada tanggal 28 otober 2010


Juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan dan korban lain letusan gunung yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, akan dimakamkan secara massal di Dusun Sidorejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkriman, Kabupaten Sleman, Kamis pagi (28/10).

Sebelum dikubur secara massal, korban yang jumlahnya 29 orang itu terlebih dahulu akan dishalatkan di masjid yang terletak di Rumah Sakit (RS) Sardjito Yogyakarta.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan tidak ada pemakaman khusus bagi "abdi dalem" keraton, seperti Mbah Maridjan yang meninggal terkena awan panas Gunung Merapi.

"Tidak ada pemakaman khusus untuk `abdi dalem` Mbah Maridjan dan rencananya hari ini dimakamkan bersama-sama jenazah korban meninggal lainnya," kata Sultan yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi tercatat setidaknya 29 orang.

Duka Letusan Merapi Melalui Gambar


Melalui media gambar, tangan-tangan mungil itu bergerak dan mengekspresikan rasa duka yang mereka rasakan pascaletusan Gunung Merapi.

Beragam ekspresi mereka gambarkan. Gea, salah seorang murid, misalnya. Ia menggambarkan berbagai kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana tersebut. Rumah roboh, pohon tumbang, warga mengungsi, serta anak-anak yang mencari orangtuanya. Termasuk, aktivitas tim penyelamat (SAR) mengevakuasi warga. Tak ketinggalan pula gambar rumah almarhum Mbah Maridjan yang begitu dekat dari Gunung Merapi. Gambar-gambar tersebut menyiratkan harapan para siswa agar berbagai kalangan, terutama pemerintah membantu para korban Merapi.

Usai menggambar bersama, para siswa pun diberikan kesempatan menceritakan isi hati mereka tentang bencana Merapi atas gambar yang mereka buat. Acara diakhiri dengan doa bersama di dalam kelas agar para warga di lereng Merapi senantiasa diberi kekuatan dan perlindungan dalam menghadapi cobaan tersebut.



 

Senin, 25 Oktober 2010

Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi


Pentingnya Pengendalian Sistem Informasi


Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.Tujuan Umum sistem informasi manajemen adalah Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas: Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut. Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan. Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan.
Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian. Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.
  • Tugas pengendalian dalam Sistem Informasi yang terdiri dari :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
3. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making).
Nilai Informasi Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat3tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya
  • Kontrol dan Proses Pengembangan
Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dpt memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana :
1. Fase Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala.
2. Fase Analisis & Disain
Mengidentifikasi kebutuhan informasi
Menentukan kriteria penampilan
Menyusun disain dan standar operasi CBIS.
3. Fase Implementasi
Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan
Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS
4. Fase Operasi & Kontrol
Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC
Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan
  • Kontrol Desain Sistem
Tujuan untuk memastikan bahwa disainnya bisa meminimalkan kesalahan, endeteksi kesalahan dan mengoreksinya.
Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau
manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
A . Permulaan Transaksi (Transaction Origination)

Perekaman satu elemen data/lebih pada dokumen sumber
1. Permulaan Dokumentasi Sumber
Perancangan dokumentasi
Pemerolehan dokumentasi
Kepastian keamanan dokumen
2. Kewenangan
Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa
3. Pembuatan Input Komputer
Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input
diproses
4. Penanganan Kesalahan
Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yg
telah dikoreksi ke record entry
5. Penyimpanan Dokumen Sumber
Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi
bagaimana dapat dikeluarkan.
B . Entri Transaksi
Entri Transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat
dibaca oleh komputer.
1. Entri Data
Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk peralatan
inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online
2. Verifikasi Data
a. Key Verification (Verifikasi Pemasukan)
Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali
b. Sight Verification (Verifikasi Penglihatan)
Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system
3. Penanganan Kesalahan
Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi untuk
pengoreksian
4. Penyeimbangan Batch.
Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan dengan total yang
sama yang dibuat selama permulaan transaksi.
C . Komunikasi Data
Tanggungjawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran keamanan ke dalam
sistem dan memonitor penampilan untuk memastikan keamanan telah dilakukan dgn
baik
1. Kontrol Pengiriman Data
2. Kontrol Channel Komunikasi
3. Kontrol Penerimaan Pesan
4. Rencana Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan
D . Pemrosesan Komputer
Dikaitkan dengan input data ke komputer dan dibanguun dalam program dan database
1. Penanganan Data
2. Penanganan Kesalahan
3. Database dan Perpustakaan Software
# Password # Direktori Pemakai
# Direktori Field # Enkripsi
E . Output Komputer
Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk jadi kepada
pemakai
1. Distribusi
Kontrol pada distribusi laporan berusaha untuk memastikan ketepatan orang yang
menerima output.
2. Penyeimbangan Departemen Pemakai
Bila departemen pemakai menerima output dari komputer, maka keseluruhan
kontrol dari output dibandingkan dengan total yang sama yang telah ditetapkan
pada waktu pertama kali data input dibuat.
3. Penanganan Kesalahan
Kelompok kontrol tertentu dapat ditetapkan didalam area pemakai dengan
menjalankan prosedur formal untuk mengoreksi kesalahan.
4. Penyimpangan Record
Tujuan komponen kontrol yang terakhir ini adalah untuk memelihara keamanan
yang tepat terhadap output komputer dan untuk mengontrol penyelesaian yang siasia.
5. Penyeimbangan Operasi Komputer
Kontrol ini memungkinkan pelayanan informasi untuk memverifikasi bahwa semua
batch dan transaksi yang diterima dari departemen pemakai telah diproses.
  • KONTROL PENGOPERASIAN SISTEM
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan
keamanan.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan
menjadi 5 area :
1. Struktur organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis,
Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2. Kontrol perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.
3. Pemeliharaan Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer (CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.
4. Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan
penguncian ruang peralatan dan komputer.
5. Perencanaan disaster
a. Rencana Keadaan darurat
Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
b. Rencana Backup
Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika
terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.
c. Rencana Record Penting
Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat penyimpanan
kopi duplikat.
d. Rencana Recovery
Rencana ini mengidentifikasi sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas
komunikasi da pasokan-pasokan.
MENGAMANKAN SUMBER DAYA INFORMASI
Perusahaan melakukan investasi besar dalam sumber daya informasinya
Sumber daya tersebar di seluruh organisasi dan tiap manajer bertanggungjawab atas sumber daya yang berada di areanya, membuat mereka aman dari akses yang tidak sah