Sabtu, 10 Desember 2011

Membuat Flowchart Pada UKM

Flowchart Document Pada Usaha Kecil Menengah CV.Kreasi Jaya

Data Flow Diagram Pada UKM CV.Kreasi Jaya

Minggu, 16 Oktober 2011

Bahlay Dan Kawan-kawan

Tips dan Saran Menghindari Radiasi Pada Handphone

Kemajuan zaman saat ini dapat  membuat kita harus terus beradaptasi. Salah satunya adalah handphone yang belakangan ini sudah menjadi gaya hidup dari kalangan bawah sampai kalangan eksekutif. Tetapi tahukah anda bahwa handphone yang anda gunakan baik yang murah sampai yang mahal sekalipun memancarkan radiasi yang sangat berbahaya bagi kesehatan kalian semua? Iya, betul sekali menurut penelitian yang dilakukan oleh berbagai pihak handphone terbukti memancarkan radiasi yang sangat berbahaya bagi otak manusia.

Tips-tips Menghindari radiasi Handphone dengan cara sebagai berikut :

  • Gunakan Speakerphone

Handphone yang beredar dipasaran saat ini sudah dilengkapi dengan fitur speakerphone dimana anda tidak harus menempelkan handphone anda di telinga untuk berkomunikasi. Nah, fitur ini sangatlah berguna untuk meminimalkan radiasi yang terjadi. Jadi jangan ragu untuk mengunakan fitur ini demi kesehatan anda.

  • Gunakan Handsfree

Handsfree yang anda dapatkan pada setiap pembelian unit handphone bukanlah sebuah hiasan. Banyak dari kita tidak pernah memanfaatkan barang ini. Sekarang saatnya anda bongkar kembali kemasan handphone anda dan carilah handsfreenya. Manfaatkanlah handsfree ini guna meminimalisir radiasi terhadap diri anda.


  • Gunakan Bluetooth Headset

Trik lain yang mungkin bisa anda manfaatkan adalah penggunaan bluetooth headset. Mungkin anda harus membelinya secara terpisah dan harganya mungkin cukup mahal. Namun kesehatan lebih penting dibandingkan uang ratusan ribu yang anda keluarkan untuk mendapatkan barang ini. Jadi janganlah ragu untuk mendapatkannya jika anda bermasalah dengan handsfree yang biasanya menggunakan kabel. Menurut beberapa ahli, walaupun bluetooth headset masih memancarkan radiasi, namun radiasinya masih 100x lebih kecil dibandingkan radiasi dari handphone anda. Jadi masih aman untuk digunakan.
  • Gunakan Handphone yang memancarkan sedikit radiasi

Hal terakhir yang mungkin anda lakukan adalah carilah berita maupun artikel di Internet mengenai model atau merek handphone apa yang tidak begitu banyak memancarkan radiasi. Namun biasanya harganya cukup mahal dibandingkan ketiga solusi diatas. Namun jika anda bukanlah tipe orang yang tidak suka menggunakan aksesori tambahan pada handphone anda, mungkin cara ini bisa menjadi solusi bagi kaliansemua.

Dan yang sering menggunakan handphone untuk berkomunikasi sebaiknya untuk mengikuti beberapa saran  tadi guna menjaga kesehatan anda dan terbebas dari radiasi handphone yang sangat berbahaya bagi otak anda.


That Man - Hyun Bin

Han namjaga geudaereul saranghamnida
Geu namjaneun yeolshimhi saranghamnida
Maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo
Geu namjaneun useumyeo ulgoisseoyo

Eolmana eolmana deo neoreul
Ireohke baraman bomyeo honja
I baramgateun sarang i geojigateun sarang
Gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni OH

Jogeumman gakkai wa jogeumman
Hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
Neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
Geu namjan umnida

Geu namjaneun seonggyeogi soshimhamnida
Geuraeseo unneun beobeul baeweotdamnida
Chinhan chinguegedo mothaneun yaegiga manheun
Geu namjaeui maeumeun nunmultuseongi

Geuraeseo geu namjaneun geudael
Neol sarang haetdeyo ttokgataseo
Tto hanagateun babo tto hanagateun babo
Hanbeon nareul anajugo gamyeon andweyo OH

Nan sarangbadgo shipeo geudaeyeo
Maeil sogeuroman gaseum sogeuroman
Sorireul jireumyeo geu namjaneun oneuldo
Geu yeope itdeyo OH

Geu namjaga naraneun geol anayo
Almyeonseodo ireoneun geon anijyo
Moreulkkeoya geudaen babonikka~

Eolmana eolmana deo neoreul
Ireohke baraman bomyeo honja
I babogateun sarang i geojigateun sarang
Gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni OH

Jogeumman gakkai wa jogeumman
Hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
Neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
Geu namjan umnida

Sabtu, 01 Oktober 2011

Sistem Informasi Akuntansi Pada Pedagang Rokok

Pengertian SIA (Sistem informasi Akuntansi) dalam sehari-hari dapat diartikan sebagai Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.

            Di daerah pondok bambu ada seorang pedagang kelontong salah satunya menjual rokok. Ia memulai usahanya dari pukul 05.00 pagi sampai jam 12 malam. Ia menyewa lapak sebesar Rp.30.000/bln. Usahanya dimodali oleh pamannya. Penghasilan yang ia dapat disini tidak menentu kadang ramai pmbeli kadang pula sepi pembeli, kalau sedang ramai bisa mendapatkan penghasilan lebih dari 200.000/hari apabila sedang sepi pelanggan ia bisa mengntongi kurang dari 200.000. Penghasilan yang ia peroleh selama sebulan akan dibagi dengan pembayaran lapak dan pengembalian modal untuk usaha lagi.

Apakah kegiatan diatas sudah menerapkan Sistem Informasi Akuntansi ?
Menurut saya pedagang ini telah menerapkan system SIA ,karena pedagang kelontong ini telah mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansialnya dan mengambil keputusan.
Kesimpulannya adalah pedagang kelontong ini mengumpulkan modal barang dagangannya untuk dapat dijual ke pembeli setelah sudah laku terjual ia menganalisa semua hasil dagangannya dan membagi hasilnya agar dapat terinci dengan baik. Pedagang ini juga menyetorkan hasilnya kepamannya agar dapat untuk diolah kembali .

Dibawah ini adalah bagan Flowchart dari penjual kelontongan :










Senin, 02 Mei 2011

Behel...antara Kesehatan dan Gaya Hidup

Behel atau yang lebih dikenal dengan istilah kawat gigi saat ini sudah jauh dari manfaat penggunaan yang sebenarnya. Behel yang fungsi sebenarnya untuk memperbaiki suatu ketidakteraturan pada gigi sekarang telah menjelma menjadi suatu trend atau gaya hidup anak muda masa kini. Behel seolah-oleh dapat menunjukan derajat pemakainya seakan menjadi gengsi tersendiri apabila memakai behel.

Sebagai seorang pemakai behel saya merasa amat prihatin dan malu dengan tragedi behel ini. Prihatin karena behel yang dulunya memiliki niat mulia untuk membantu para pemilik gigi berantakan (termasuk gigi saya) sekarang hanya untuk pajangan gigi semata demi menunjukkan gengsi seseorang. Bayangkan bagaimana perasaan sang penemu behel kalau sekarang behel hanya dipakai untuk menunjukkan gengsi seseorang padahal dulu dia susah payah menemukan sebuah alat untuk merapihkan gigi? Disisi lain saya merasa malu memakai behel karena seakan-akan saya hanya ikut-ikutan dengan trend anak muda masa kini. Jadi pengen lepas behel.
Anehnya lagi sekarang behel dapat dengan mudah ditemui, tidak perlu datang ke dokter gigi cukup ke ahli gigi anda dapat memasang behel. Padahal sejatinya behel itu adalah suatu ilmu di dalam kedokteran gigi yang hanya dapat boleh dilakukan oleh seorang dokter gigi. Jangankan seorang ahli gigi, seorang dokter gigi yang belum memiliki STR atau SIP saja belum boleh melakukan praktek kedokteran, berdasar pada UU Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 75 dan 76 (ketentuan untuk dokter/dokter gigi), apalagi yang bukan bidangnya seperti seorang ahli gigi?  (ketentuan untuk selain dokter/dokter gigi Pasal 77 dan 78)

Apakah ahli gigi akan mengerti apabila nantinya terjadi hal-hal yang dapat membahayakan orang yang dipakaikan behel olehnya?

Ada lagi yang aneh, praktek kedokteran gigi di promosikan secara terang-terangan padahal menurut Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia (KODEKGI) Pasal 3 “Dalam menjalankan profesinya setiap dokter gigi di Indonesia tidak dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi“, dan salah satu hal yang bertentangan dengan pasal itu adalah mempromosikan prakteknya melalui media cetak, elektronik, dll.

Promosi kedokteran yang tidak berlawanan dengan etik adalah bila permulaan praktek baru atau baru buka kembali setelah cuti dan itupun maksimal hanya dilakukan 2x dan besar tidak melebihi 2 kolom kesamping dan 5 kolom keatas dan hanya berisikan nama dan  gelar, hari dan jam praktek, alamat dan nomor telpon tempat praktek.