Jumat, 22 Maret 2013

Pembahasan Manusia dan Kebudayaan (Tugas pertama)

Pembahasan Manusia dan Kebudayaan

1.      Unsur-unsur  Pembangunan Manusia
Manusia adalah salah satu unsur penting dalam lingkungan hidup. Dalam ilmu-ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik) makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.

·         Manusia  terdiri dari empat unsur yang terkait, yaitu :
A.    JASAD, yaitu badan kasar manusia yang nampak & menmpati ruang dan waktu
B.      HAYAT, yaitu mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak
C.      RUH, yaitu bimbingan & pimpinan tuhan daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran
D.    NAFAS, yaitu dalam pengertian diri atau keakuan /kesadaran akan diri sendiri.
·         Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
A.    Id, yaitu merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
B.      Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
C.     Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

2.      Hakekat Manusia
            Manusia dapat diartikan secara biologis, rohani, kebudayaan, juga campuran. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
            Manusia pada dasarnya adalah makluk budaya yang harus membudayakan dirinya. Manusia sebagai makhluk budaya mampu melepaskan diri dari ikatan dorongan nalurinya serta mampu menguasai akan sekitarnya dengan alat pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan binatang sebagai makhluk hidup yang sama-sama makhluk alamiah dengan manusia dia tidak dapat melepaskan dari ikatan dorongan nalurinya dan terkait erat oleh alam sekitarnya.

·          Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
·         Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempumaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya.
            Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
A.    Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Seseorang merasa senang atau puas apabila ia dapat mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senang atau tidak puas apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu.
B.     Perasaan estetis,yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan. Seseorang merasa senang apabila ia melihat atau mendengar sesuatu yang indah, sebaliknya timbul perasaan kesal apabila tidak indah.
C.     Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan. Seseorang merasa senang apabila sesuatu itu balk, sebaliknya perasaan benci apabila sesuatu itu jahat.
D.    Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain. Apabila seseorang memiliki kelebihan pada dirinya, ia merasa tinggi, angkuh, dan sombong, sebaliknya apabila ada kekurangan pada dirinya ia merasa rendah did (minder).
E.     Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain. Apabila orang berhasil, ia ikut senang, apabila orang gagal, memperoleh musibah, ia ikut sedih.
F.      Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan. Seseorang merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada Tuhan, yaitu mematuhi segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
           
·         Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi. Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi.
·         Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan tekologi mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.

3.      Kepribadian Bangsa Timur
            Kepribadian bangsa timur sangat berbeda dengan kepribadian bangsa barat, jelas dari wilayahnya pun sangat berbeda, lingkungan, dan gaya hidupnya. terutama dalam “kepribadian setiap bangsa”, seperti bangsa barat dan timur dari kepribadian,kebydayaan dan kebiasaan pun berbeda. menjelaskan tentang kepribadian bangsa timur,sudah jelas kita semua tau bangsa timur identik dengan benua Asia. yang penduduknya sebagian besar berambut hitam dan berkulit sawo matang, dan sebagian pula berkulit putih dan bermata sipit. beda dengan bangsa barat yang pasti kita tau yang merambut pirang dan berkulit putih. Bangsa timur ialah bangsa yang dikenal sangat baik dan ramah. mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan saling tolong menolong. bangsa barat saat berkunjung ke wilayah negara timur, mereka pasti selalu berpendapat bahwa orang-orang timur itu baik dan ramah. bangsa timur dalam berpakaian pun tergolong sopan. mereka pun sangat melestarikan budaya masing-masing dan mempunyai adat istiadat yang di junjung tinggi.

            Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Pada saat unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia. Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dan lain – lain.

Namun ada pula unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima adalah misalnya :
a.       Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
b.      Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
c.       Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
d.      Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
a.       Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
b.      Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
c.       Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
d.      Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
e.       Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.

4.      Pengertian Kebudayaan
            Kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem, pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat, kedua sistem sosial di mana merupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. Ketiga, sistem teknologi sebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya.
            Berdasarkan konteks budaya, ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukung yang memiliki fungsi berbeda. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahan yang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat, kreativitas, dan pola tingkah laku dalam konteks kemasyarakatan.
            Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasil karya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya, yang penting khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri dan merasa bangga dengan karyanya. Seperti yang dikatakan oleh Koentjoroningrat.

5.      Unsur-unsur Kebudayaan
Beberapa orang Sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan. Seperti Melville J. Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan menmpunyai empat unsur, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Broinslaw Malinowski mengatakan unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan.
            C.Kluckhohn dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada tujuh kebudayaan universal,yaitu :
a.       Sistem Religi (sistem kepercayaan), merupakan produk manusia sebagai homo relogieus.
b.      Sistem Organisasi Kemasyarakatan, merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.
c.       Sistem Pengetahuan, merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.
d.      Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi, merupakan produk manusia sebagai homo economicus.
e.       Sistem Teknologi dan Peralatan, merupakan produk dari manusia sebagai homo faber.
f.       Bahasa, merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens.
g.      Kesenian, merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.
6.      Wujud Kebudayaan
            Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. 2.Aktivitas (tindakan) Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan. 3.Artefak (karya) Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
7.      Orientasi Nilai Budaya
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
a.       Hakekat hidup manusia (MH)
b.      Hakekat karya manusia (MK)
c.       Hakekat waktu manusia (WM)
d.      Hakekat alam manusia (MA)
e.       Hakekat hubungan manusia (MN)
8.      Perubahan Kebudayaan
Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi sosial. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya. Kebudayaan berubah dengan cara :
a.       Defusi : adalah penyebaran unsur kebudayaan dari suatu masyarakat ke masyarakat lain antar individu antar keluarga ataupun golongan.
b.      Akulturasi : adalah diterimanya kebudayaan lain/luar kemudian diolah menjadi kebudayaan sendiri . Mis : politik dakwah, pendidikan. Musik padang pasir menjadi musik gambus.
c.       Asimilasi : Terjadi pada kelompok masyarakat yang tidak sama kebudayaannya tapi dapat hidup secara berdampingan dengan damai saling mendekat lambat laun menjadi sama bahkan menjadi model kebudayaan yang baru.
9.      Kaitan Manusia dan Kebudayaan
hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
a.       Ekstemalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
b.      Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
c.       Intemalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakamya sendiri agar dia dapat hidup dengan .baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Sumber :

Rabu, 20 Juni 2012

Dia



            Dia adalah orang yang sangat tangguh dan sabar dalam menghadapi segala sesuatunya. Saat dia sudah beranjak remaja saat itu dia sudah mengenal segala sesuatu. Saat itu pula dia mengenal apa itu sakit hati dan mengetahui apa yang dia rasakan saat itu. Pada saat itu pula dia merasakan semuanya . sejak dia remaja dia selalu saja di ejek-ejek oleh beberapa temannya dan dia selalu dijadikan lelucon oleh teman-temannya hingga dia duduk dibangku perkuliahan. Saat itu dia selalu saja bersedih mengingatnya. Semua perkataan temannya selalu jelek semua terhadapnya . dia selalu bertanya-tanya kepada dirinya sendiri “Apa salah aku sama teman-temanku?” tetapi tidak ada jawaban yang membuat hatinya tenang dan selalu memikirkannya. Dia bingung dia harus bercerita kepada siapa tentang perasaan yang dia alami saat ini. Kepada sahabatnya dia pun tidak bisa menceritakannya karna dia takut sahabatnya akan bertindak terhadap masalah itu. Kepada orang tuanya pun dia tidak berani menceritakannya karna dia takut orang tuanya bersdih anaknya telah diperlakukan seperti itu terhadap temannya.
            Dia setiap malam selalu bersedih dan berkata “ mengapa ini harus terjadi kepadaku? “. Dia hanya bisa bercerita kepada penciptanya saja. Setiap malam dia selalu melakukannya didalam setiap doa-doanya memohon untuk dibukakan pintu ampun terhadap teman-temannya yang sudah mengejeknya dan mengolok-olok dirinya. Dia tidak pernah merasa dendam atau pun marah didepan temannya karna dia tau dia memang tidak sempurna. Dia selalu saja tersenyum walaupun hatinya hancur sekalipun. Dia selalu bilang “andai kalian tau perasaanku saat ini seperti apa. Apakah kalian akan terus mengejekku?”. Dia tidak pernah berani untuk mengatakannya. Karna dia terlalu sayang kepada teman-temannya. Dia selalu rela berkorban demi kebahagiaan temannya itu walaupun dia sudah menderita sekalipun. Dia juga selalu tersenyum didepan temannya itu seolah dia tidak ada masalah sekalipun. Dia akan menangis bila temannya itu sedang bersedih. Karna baginya teman itu segalanya buat dia. Dan dia selalu berdoa untuk temannya walaupun temannya tidak melakukan apa yang dia lakukan terhadapnya.
            Dia selalu berharap ini cepat berakhir semua masalah terlupakan. Entah sampai kapan ini semua berakhir dia hanya bisa menunggu semua indah pada waktunya. Dan temannya tidak melakukan itu lagi terhadapnya. Karna hidup ini hanya sekali seumur hidup apabila kita meninggalkan kesan yang tidak baik itu hanya sia-sia saja hidup ini.


puisi ku



Saat aku perpaling dari mu difikiranku hanya ada orang lain
Saat aku acuhkan dirimu difikiranku hanya ada orang lain
Saat kau pergi dari hidup ku aku acuhkan dan tak menolehkan diri
Saat kau diam, perlahan aku menjauhimu tanpa ada kepastian.
Saat ini aku baru menyadarinya bila kau berpaling dan mengacuhkan aku dan pergi dari hidupku untuk selamanya itu sangat menyakitkan, inikah yang kau alami saat itu
Saat itu tak terbesit difikiranku untuk tidak melakukannya , karena penyesalan itu selalu datang terlambat dimana semuanya telah terjadi.
Saat ini dan seterusnya aku akan memulai hidup baruku dengan atau tanpa dirimu.
Semoga dengan tak adanya diriku lagi dihidupmu kau bisa hidup bebas dan memilih orang yang lebih dariku.


Bang Bang Bang - Christina Perri

All my life you know I haven't been very love strong
there's been so many fights that I fought and I never won
So I decided that I should just give up in trying to right your wrong
And word on the street is she did to you what you did to me.

[Chorus]
5,4,3,2,1
Bang! Bang! Bang! Boy!
Your Goin' Down, down, down, Boy
To the ground where you left my heart to bleed
Bang! she shot you.
Karma Tastes so sweet.

So Unfortunately for girls like me there are more like you
bending and breaking the rules we make exceptions to..
But How does it feel!
To swim in your own tears!
You Lied and you lied
And I died and I died
And now you know why..

[Chorus x2]

[music]

Bang. bang bang boy.
Your goin' down down down boy.
To the ground where you left my heart to bleed.
Bang! She shot you!

Karma tastes so bang bang bang boy
your goin down down down boy
to the ground where you left my heart to bleed
Bang! she shot you!

Karma tastes so bang bang bang boy
your goin down down down boy
to the ground where you left my heart to bleed
Bang! she shot you!

cara membuat aksesoris dengan menggunakan kain flanel

Kain Flanel dapat digunakan untuk membuat aneka kreasi menarik dan lucu seperti gantungan kunci, boneka, gelang, sovenir, dan masih banyak yang lain. Selain merupakan kegiatan yang menyenangkan, hasil kreasi juga dapat berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan. 
Buat Anda yang ingin mencoba kreasi dari kain flanel, saya berikan petunjuk dasarnya.
  • Siapkanlah bahan dan alat yang digunakan seperti:
    • kain flanel aneka warna
    • benang sulam
    • benang jahit
    • jarum
    • gunting
    • manik-manik hitam
    • ritsleting (jika anda ingin membuat dompet)
    • tali
    • lem serbaguna.
  • Buatlah pola kreasi yang diinginkan pada kertas karton, gunting lalu pindahkanlah pola tersebut pada kain flanel dengan menggunakan pensil/bolpoin gel (untuk kain flanel berwarna cerah) atau kapur jahit (untuk kain flanel berwarna gelap).
  • Gunakanlah kain flanel yang bersih dan tidak memiliki bekas lipatan. Untuk merapikan kain flanel yang memiliki bekas lipatan, setrikalah dengan hati-hati dan suhu setrika jangan terlalu panas.
  • Untuk memudahkan menjahit risleting, jelujurlah terlebih dahulu atau berilah sedikit lem.
  • Gunakanlah benang sulam untuk menjahit kain flanel, gunakan juga warna yang sesuai dengan warna kain flanel.
  • Ada beberapa jenis teknik tusuk jahit dan tusuk hias, diantaranya:
    • tusuk feston
    • tikam jejak
    • jeruji
    • tusuk pipi

          Yang paling sering digunakan adalah tusuk feston karena selain memperindah bentuk   kreasi yang dihasilkan, tusuk feston ini berguna untuk merapikan pinggiran kain flanel, menggabungkan 2 lembar kain yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama, serta untuk menjahit ritsleting pada kain.

Kamis, 14 Juni 2012

Tingkat Kesehatan Bank


1.                  Pengertian Tingkat Kesehatan Bank
Tingkat Kesehatan Bank adalah hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu Bank atau UUS melalui:
  1. Penilaian Kuantitatif dan Penilaian Kualitatif terhadap faktor-faktor permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, sensitivitas terhadap risiko pasar; dan
  2. Penilaian Kualitatif terhadap faktor manajemen.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa bank yang sehat adalah bank yang dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik. Dengan kata lain, bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat, dapat menjalankan fungsi intermediasi, dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran serta dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya, terutama kebijakan moneter. Dengan menjalankan fungsi-fungsi tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat serta bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan.
Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, bank harus mempunyai modal yang cukup, menjaga kualitas asetnya dengan baik, dikelola dengan baik dan dioperasikan berdasarkan prinsip kehati-hatian, menghasilkan keuntungan yang cukup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya, serta memelihara likuiditasnya sehingga dapat memenuhi kewajibannya setiap saat. Selain itu, suatu bank harus senantiasa memenuhi berbagai ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan, yang pada dasarnya berupa berbagai ketentuan yang mengacu pada prinsip-prinsip kehati-hatian di bidang perbankan.
Penilaian tingkat kesehatan bank di Indonesia sampai saat ini secara garis besar didasarkan pada faktor CAMEL (Capital, Assets Quality, Management, Earning dan Liquidity). Seiring dengan penerapan risk based supervision, penilaian tingkat kesehatan juga memerlukan penyempurnaan. Saat ini BI tengah mempersiapkan penyempurnaan sistem penilaian bank yang baru, yang memperhitungkan sensitivity to market risk atau risiko pasar. Dengan demikian faktor-faktor yang diperhitungkan dalam system baru ini nantinya adalah CAMEL. Kelima faktor tersebut memang  merupakan faktor yang menentukan kondisi suatu bank. Apabila suatu bank mengalami permasalahan pada salah satu faktor tersebut (apalagi apabila suatu bank mengalami permasalahan yang menyangkut lebih dari satu faktor tersebut), maka bank tersebut akan mengalami kesulitan.
Sebagai contoh, suatu bank yang mengalami masalah likuiditas (meskipun bank tersebut modalnya cukup, selalu untung, dikelola dengan baik, kualitas aktiva produktifnya baik) maka apabila permasalahan tersebut tidak segera dapat diatasi maka dapat dipastikan bank tersebut akan menjadi tidak sehat. Pada waktu terjadi krisis perbankan di Indonesia sebetulnya tidak semua bank dalam kondisi tidak sehat, tetapi karena terjadi rush dan mengalami kesulitan likuiditas, maka sejumlah bank yang sebenarnya sehat menjadi tidak sehat.
Meskipun secara umum faktor CAMEL relevan dipergunakan untuk semua bank, tetapi bobot masing-masing faktor akan berbeda untuk masing-masing jenis bank. Dengan dasar ini, maka penggunaan factor CAMEL dalam penilaian tingkat kesehatan dibedakan antara bank umum dan BPR.

a.                  Penilaian Capital
Penilaian pertama adalah aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan yang
dimiliki bank yang didasarkan :
1.      kewajiban penyediaan modal minimum bank (KPMM)
2.       Komposisi permodalan
3.      Trend ke masa depan / proyeksi KPMM
4.      Aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan modal bank
5.      Kemampuan Bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari
keuntungan (laba ditahan)
6.      Rencana permodalan Bank untuk mendukung pertumbuhan usaha
7.      Akses kepada sumber permodalan dan
8.       Kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan bank

b.                  Penilaian Aset

Hal kedua yang harus diperhatikan dalam menganalisis kesehatan bank adalah aktiva produktif. Aktiva produktif adalah semua aktivamilik bank yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan yang sesuai dengan fungsinya.
Ada empat jenis aktiva produktif yaitu :
1.      Kredit yang diberikan
2.      Surat berharga
3.      Penempatan dana pada bank lain
4.      Penyertaan
Untuk menilai aset ini, kita dapat membandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan aktiva produktif. Selain itu, kita juga bisa menggunakan rasio penyisihan penghapusan produktif terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan.


c.                   Penilaian Management

            Selanjutnya kita bisa melihat tingkat kesehatan sebuah bank dari manajemennya. Jika manajemennya diolah dan diatur dengan baik, maka suatu bank akan menjadi semakin sehat. Secara umum, bank akan diajukan 250 pertanyaan untuk menilai kualitas manajemen bank tersebut.
            Selain itu, penilaian faktor manajemen dalam penilaian tingkat kesehatan bank umum dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan terhadap bank yang bersangkutan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan  biasanya mencakup manajemen risiko dibagi dalam sub kelompok yang berkaitan dengan risiko likuiditas, risiko pasar, risiko kredit, risiko operasional, risiko hukum dan risiko pemilik dan pengurus.


d.                  Penilaian Earning

Hal keempat yang digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan suatu bank adalah berdasarkan kemampuan bank tersebut untuk memperoleh keuntungan. Penilaian ini bisa diukur berdasarkan nilai  ROA atau Rasio Laba terhadap Total Aset, dan Perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO), Net Interest Margin (NIM), dll.

e.                   Penilaian Liquidity

            Hal terakhir yang dijadikan indikator di dalam analisis CAMEL adalah likuiditas. Bank yang likuid, adalah bank yang mampu membayar semua hutangnya, khususnya hutang jangka pendek. Bank harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.
            Hal yang harus dinilai di dalam aspek likuiditas adalah rasio kewajiban bersih call money terhadap aktiva lancar dan rasio kredit terhadap dana yang diterima oleh bank.
            Terakhir, penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor likuiditas  dapat dilakukan dengan memperhatikan banyak komponen, seperti aktiva likuid kurang dari 1 bulan dibandingkan dengan pasiva likuid kurang dari 1 bulan; 1-month maturity mismatch ratio; Loan to Deposit Ratio (LDR); proyeksi cash flow 3 bulan mendatang; dan ketergantungan pada dana antar bank dan deposan inti.




f.                   Penilaian Sensitivity

Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor sensitivitas terhadap risiko pasar antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:
1)      Modal atau cadangan yang dibentuk untuk mengcover fluktuasi suku bunga dibandingkan dengan potential loss sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) suku bunga. Kelebihan modal /  Potensi Kerugian Suku Bunga X 100 %
2)      Modal atau cadangan yang dibentuk untuk mengcover fluktuasi nilai tukar dibandingkan dengan potential loss sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) nilai tukar. Kelebihan Modal / Potensi kerugian Nilai tukar X 100%
3)      Kecukupan penerapan sistem manajemen risiko pasar.


Sabtu, 14 April 2012

SAMSUNG Layar Fleksibel akan diluncurkan


Setelah beberapa kali dipamerkan, layar fleksibel Samsung siap diluncurkan. Kabarnya, layar yang bisa ditekuk dan dilipat ini segera meluncur akhir tahun ini.

Selanjutnya, hanya tinggal menunggu waktu kedatangan gadget Samsung dengan layar fleksibel. Diperkirakan, layar fleksibel akan dipakai di smartphone dan tablet Samsung pada 2013.

Informasi dari berbagai sumber, layar fleksibel tersebut telah memiliki nama resmi yakni Youm. Berukuran 4,5 inch dan ketebalan 0,3 milimeter, Youm mengusung resolusi WVGA 800 x 480.

Youm diharapkan akan melahirkan generasi baru desain gadget karena kelenturan dan ukurannya yang lebih tipis dan ringan dari layar konvensional.

Samsung bukan satu-satunya vendor yang mengembangkan layar semacam ini. NOKIA pun sudah pernah memamerkan layar fleksibel di ajang Nokia World tahun lalu. LG, bahkan sudah memulai produksi massal.